tanda tanda kanker usus

Waspada!! Ini Dia Tanda Tanda Kanker Usus

Tidak banyak orang menyadari bagaimana sebenarnya tanda-tanda kanker usus. Untuk itu, kali ini kita akan mencoba membahas mengenai gejala dari penyakit kanker matikan ini berdasar ulasan dari sumber deherba.com.

Kasus kanker usus di dunia termasuk dalam 10 besar yang paling banyak didiagnosa. Tingkat kematian dari kanker usus juga relatif tinggi. Selain adanya resiko pemotongan usus yang dapat memberi efek jangka panjang.

Penyakit kanker usus juga beresiko pada kesehatan secara general karena pasien akan mengalami malnutrisi akibat usus tidak berfungsi baik dalam menyerap nutrisi dari makanan. Tubuh secara umum akan kekurangan gizi.

Penyakit kanker usus sangat berkaitan dengan pola makan. Semakin sehat dan berimbang pola makan kita semakin rendah resiko kita terserang kanker usus. Ini karena lebih dari 80% kasus kanker usus berkaitan erat dengan kebiasaan makan, kebiasaan BAB dan pola konsumsi alkohol serta rokok yang dilakukan pasien.

Semakin tinggi kadar toksin dalam usus, semakin besar peluang untuk mengidap kanker. Toksin dalam usus bertumpuk berkat kebiasaan pola makan tidak sehat, mengandung banyak unsur adiktif, lemak jenuh, alkohol dan rokok berlebihan dan kekurangan serat serta buah.

Serat dan buah selain akan membantu sebagai anti oksidan, juga akan membantu menjaga kelancaran BAB. BAB menjadi cara alami terbaik untuk usus membuang toksin dan residu pencernaan. Tanpa pembuangan yang baik, residu dan toksin ini justru mengendap dalam usus.

tanda tanda kanker usus

Meski demikian, sebenarnya pada stadium awal potensi keberhasilan dari terapi masih berada di level 80%. Itu artinya diagnosa awal sangat berperan besar. Dan di sinilah pentingnya kita memiliki pemahaman apa saja sebenarnya tanda-tanda dari kanker usus. Berikut merupakan sejumlah penjabaran singkat dari tanda-tanda kanker usus.

Nyeri pada perut

Kanker pada umumnya akan disertai dengan perkembangan peradangan atau inflamasi yang cukup berat. Itu sebabnya pasien akan mengeluhkan rasa nyeri yang cukup intens dan persisten. Kadang datang dan pergi tetapi tidak bisa hilang sepenuhnya dalam jangka panjang.

Perut membengkak

Kanker usus akan membentuk inflamasi yang membuat sejumlah bagian dari usus menjadi bengkak. Terjadi pula pengendapan gas dan retensi air atau air yang tertahan secara abnormal hingga perut terasa kembung dan penuh. Juga terbentuk massa kanker yang membuat usus membesar. Ketiganya akan membuat pasien mengalami pembengkakan perut. Kadang hanya terlihat buncit, kadang terlihat asimetris.

Feses berubah warna

Feses kemerahan atau jingga biasanya menjadi tanda bahwa ada kandungan darah di dalamnya. Ini lazim terjadi ketika terjadi peradangan pada usus. Sementara pasien kanker usus cenderung mudah mengalami peradangan berat di dalam ususnya.

Feses bisa jadi juga menggelap atau malah menjadi pucat. Ini karena efek dari proses cerna yang terganggu, sejumlah kinerja enzim yang tidak normal dan gangguan proses penguraian sisa makanan. Hingga warna feses menjadi tidak wajar.

Diare dan sembelit

Kerusakan jaringan pada usus mendorong terjadinya retensi air atau pengendapan air berlebihan dalam usus. Hingga feses akan menjadi terlalu cair atau diarea. Tetapi, proses cerna yang tidak berjalan normal membuat sisa makanan tidak dapat terurai sempurna. Akibatnya feses terasa keras dan sulit dikeluarkan. Ini juga menyebabkan pasien mengalami sembelit.

Sembelit dan diare dapat bergantian terjadi secara terus menerus, kadang cukup intens dan menyakitkan, kadang ringan dan hilang sementara beberapa waktu untuk kemudian kambuh kembali.

Tidak selera makan

Masalah selera makan akan menjadi isu pada kasus penyakit kanker usus. Ini menjadi tanda-tanda kanker usus yang banyak dikeluhkan. Menurut sumber deherba.com, penyebabnya cukup kompleks, antara efek perut yang menggembung dan penuh, efek dari mekanisme tubuh ketika terjadi peradangan berupa lidah yang terasa pahit, atau efek dari produksi enzim yang tidak normal hingga membuat mulut turut terasa tidak enak.

Related Posts