kbli

Tips Memilih KBLI yang sesuai

Apabila anda telah membuka usaha nantinya anda akan bergelut dengan bagian perizinan, administrasi, dan legalitas usaha. Nantinya anda akan mengurusi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan juga Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Dengan mempunyai dokumen yang lengkap seperti yang tadi disebutkan maka nantinya anda akan lebih mudah untuk mengikuti peluang tender, dan lebih mudah menerima kredit usaha. Salah satu hal yang nantinya mungkin anda lakukan adalah memilih jenis usaha atau istilah yang digunakan adalah Klasifikasi Buku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Ini merupakan sistem yang disediakan untuk menggolongkan kegiatan usaha yang ada di Indonesia agar nantinya lebih jelas bidang keahlian utama dari usaha tersebut.

kbli

Tender pasti meminta nomor KBLI usaha anda oleh sebab itu maka memiliki kode KBLI adalah sebuah keharusan karena nantinya pihak tender akan mengetahui kegiatan utama usaha anda sehingga mereka dapat memilih mitra yang tepat.

Berikut tips menentukan kode KBLI:

  1. Pastikan anda memilih kode dengan cepat dengan mengecek terlebih dahulu beberapa pilihan yang ada di buku KBLI dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menemukan kegiatan usaha yang anda jalankan. Namun kini pencarian telah cukup mudah karena hanya perlu mencari di situs ukmindonesia.id.
  2. Tentukan beberapa pilihan yang paling sesuai dengan usaha anda sekitar 5 hingga 10 setelah itu diskusikanlah bersama mitra usaha untuk menentukan 3 KBLI yang tepat.
  3. Jangan lupakan soal visi dan misi perusahaan ketika memilih kode KBLI karena kode yang dipilih tidak saja mewakili usaha anda saat ini tetapi usaha kedepannya nanti. Tentunya anda tidak ingin mengganti kode KBLI terus menerus.

KBLI dikeluarkan oleh BPS berdasarkan international Standard Industrial Classification if All Economic Activities (ISIC) yang dikeluarkan oleh United Nation of Statistical Division (UNSD) yaitu lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagian divisi statistik. 2 digit pertama adalah golongan pokok bidang usaha sedangkan digit selanjutnya adalah cabang usaha spesifik yang berjumlah 3 hingga 5 digit.

Related Posts