Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan Manusia

Kucing merupakan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Tak heran jika banyak orang yang sering membelai dan bermain dengan bulu kucing. Namun, tahukah kamu bahaya bulu kucing? Bulu kucing bisa menjadi pembawa bibit penyakit.

Hal ini dapat terjadi karena kucing sering bermain di tempat-tempat kotor sehingga banyak bakteri maupun parasit yang menempel pada bulu kucing. Bakteri dan parasit tersebut dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan kesehatan manusia.

8 Bahaya Bulu Kucing 

  1. Penyakit Cakar Kucing
    Penyebab penyakit cakar kucing adalah bakteri Bartonella Henselae. Bakteri tersebut bisa berpindah melalui bulu kucing saat kamu mengelusnya lalu tangan digunakan untuk mengucek mata. Kamu juga bisa menderita penyakit tersebut karena terkena gigitan atau cakaran kucing.

    Orang yang menderita penyakit ini biasanya dijumpai adanya benjolan selama 10 hari. Selain itu, orang tersebut mengalami gejala radang, mual, demam dan muntah. Namun, jika kamu memiliki daya tahan tubuh yang baik maka penyakit ini tidak menimbulkan efek yang serius.
     

  2. Ringworm
    Ringworm sering dikenal dengan istilah kurap. Penyakit ini dapat menular lewat bulu kucing. Hal ini dapat terjadi karena kamu sering memegang bulu kucing yang terkena kurap dan tidak langsung mencuci tangan.
    Ciri-ciri orang yang terkena penyakit tersebut adalah kulit terasa gatal, dijumpai lingkaran kecil berwarna coklat dan bersisik. Solusi untuk mencegah terkena penyakit ini adalah kucing yang kamu pelihara rajin dimandikan dan dipotong bulunya. 
     
  3. Menyebabkan Keguguran
    Parasit pada bulu kucing sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran dan memicu janin mengalami cacat. Gejala yang dialami ibu hamil antara lain adalah flu, demam, nyeri kepala, merasa lelah dan lain-lain.
     
  4. Gejala Infeksi
    Bulu kucing dapat menyebabkan infeksi ringan dan pada beberapa kasus tidak menunjukkan adanya gejala. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk menghindari memegang bulu kucing. Beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain adalah demam, memar, hidrosefalus, pembesaran hati dan penyakit kuning.
     
  5. Toxoplasma
    Toxoplasma merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang hidup di usus kucing. Parasit tersebut juga dapat hidup di tubuh manusia. Cara penularannya adalah melalui bulu, tinja dan bekas wadah makanan kucing. Gejala yang timbul hampir menyerupai gejala flu.
     
  6. Asma
    Asma merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang terdapat pada bulu kucing. Penyakit tersebut menyerang sistem pernafasan manusia, yaitu menyebabkan dada menjadi sesak sehingga kamu akan kesulitan bernafas. Penyakit asma ini dapat diwariskan kepada anak keturunannya.
     
  7. Alergi
    Apabila bulu kucing masuk ke dalam tubuh manusia maka dapat menyebabkan alergi. Setelah bulu kucing masuk, maka tubuh akan memproduksi histamin dan zat kimia lainnya yang menjadi penyebab alergi. Gejala yang timbul pun bervariasi, antara lain adalah mata berair, batuk, gatal-gatal, bersin dan kesulitan bernafas.
     
  8. Menularkan Kutu
    Kutu merupakan parasit yang dapat mengganggu kucing. Adanya kutu menyebabkan kucing sering garuk-garuk sehingga keindahan bulunya berkurang. Kucing dengan bulu yang panjang biasanya dimanfaatkan oleh kutu sebagai tempat bersembunyi.

    Kutu dapat menular ke manusia apabila kamu dan kucing tidur di tempat yang sama. Kutu pada kucing sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti lyme, babesiosis, ehrlichiosis dan bisa juga memicu munculnya plak pada kulit.

 

Bila anda memiliki kucing anda harus memilih vitamin kucing yang baik. Informasi di atas dapat kamu jadikan sebagai referensi untuk mengetahui bahaya bulu kucing bagi kesehatan manusia. Kamu dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit yang timbul akibat bakteri dan parasit yang menempel di bulu kucing.

Related Posts