Sumber : satuharapan.com

8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Kuliah di Australia

Australia dikenal memiliki kualitas pendidikan mumpuni, terbukti melalui keberadaan jajaran universitas ternama yang tercatat dalam ranking terbaik dunia. Menawarkan kualitas hidup terjamin dan fasilitas mantap, tidak heran jika diincar oleh mahasiswa asing dari berbagai penjuru. Jika kamu termasuk calon mahasiswa yang berniat merantau ke sana, ketahui hal penting sebelum kuliah di Australia berikut ini.

 Sumber : satuharapan.com

Hal Penting Sebelum Kuliah di Australia

1. Menyiapkan bukti keuangan

Sumber : education one

Sumber : Education One

 

Negara ini termasuk ketat dalam hal memastikan calon mahasiswa memiliki kondisi keuangan yang baik. Pemeriksaan biasanya dilakukan melalui bukti keuangan dengan menyertakan tiga aspek, yakni biaya hidup meliputi makanan, tempat tinggal, dan sebangsanya. Selanjutnya, mengenai biaya kuliah dan terakhir biaya transportasi.

Adapun estimasi biaya tersebut umumnya dicantumkan pada laman resmi universitas, jadi kamu bisa mengeceknya terlebih dahulu. Kebutuhan biaya minimal mencakup satu tahun perkuliahan atau setara dua semester. Setiap kampus dan jurusan tentunya menetapkan kebijakan berbeda, tetapi biaya kuliah rata-rata berkisar mulai 13.000 AUD hingga 16.000 AUD.

Di samping itu, estimasi biaya hidup satu tahun diperkirakan antara 15.000 AUD sampai 20.000 AUD atau setara Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Meski begitu, situasi demikian akan sangat bergantung pada gaya hidup setiap individu. Kamu dapat belajar mengelola keuangan lebih awal sebagai bentuk latihan.

Terakhir, biaya transportasi publik diperkirakan antara 20.000 AUD sampai 25.000 AUD atau setara Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Perlu diketahui hal penting sebelum kuliah di Australia, seluruh estimasi ini bisa saja berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kebijakan setempat.

 

2. Menentukan universitas dan kota tujuan

Sumber : suneducationgroup

Sumber : suneducationgroup

 

Kamu harus mengetahui minat jurusanmu sebelum menentukan universitas dan kota tujuan. Ini berarti kamu perlu mengukur kemampuanmu lebih awal dan menyesuaikannya dengan silabus pada jurusan-jurusan yang tersedia. Cara paling mudah untuk melakukan pengecekan dini adalah melihat nilai rapor semasa SMA.

Nilai mata pelajaran tertentu yang berada di atas KKM dan menonjol dibandingkan lainnya, maka dapat kamu pertimbangkan sebagai patokan ketika menetapkan jurusan. Pilih jurusan dengan kurikulum dan rincian studi yang menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai basic knowledge.

Sebagai contoh, jika kamu tertarik masuk ke rumpun STEM, maka pastikan nilai pelajaran IPA khususnya Matematika dan Fisika cukup mendukung. Selain berfungsi memetakan minat keilmuan, ini akan sangat membantumu mengikuti perkuliahan sekaligus memperbesar peluangmu diterima. Hindari memilih jurusan secara membabi-buta kalau kamu tidak ingin berakhir menyesal.

Selanjutnya, kamu bisa menetapkan universitas impian sekaligus mencari kota tujuan. Carilah universitas ternama dengan mempertimbangkan akreditasi, persyaratan masuk, biaya dan durasi kuliah, serta kurikulum. Adapun kota tujuan akan berguna dalam rangka mengenali lingkungan dan budaya masyarakat setempat.

Apabila kamu termasuk seorang pecinta tantangan, carilah kota yang jarang dihuni oleh mahasiswa asal Indonesia. Sebaliknya, pilihlah kota yang banyak ditinggali mahasiswa asal Indonesia apabila kamu merasa ragu mampu beradaptasi sendirian. Inilah salah satu hal penting sebelum kuliah di Australia yang patut dipertimbangkan.

 

3. Mengikuti proses imigrasi

Pihak imigrasi Australia akan melakukan wawancara dengan calon mahasiswa asing demi mengetahui kejelasan tujuan yang bersangkutan. Pada prosesnya, kamu akan dimintai bukti dan keterangan mengenai alasan merantau ke negara tersebut. Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kamu benar-benar berencana kuliah dan bukan tujuan aneh lainnya.

Sumber : images1.content-hci.com

Sumber : images1.content-hci.com

 

Sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan adalah kenapa memilih Australia alih-alih negara lain, rencana setelah lulus kuliah, bukti keuangan, dan sebangsanya. Di samping itu, rekam jejak imigrasi kamu akan dilacak, apakah bersih atau menyimpan catatan buruk. Ujung dari proses imigrasi adalah kamu berhak mendapatkan pernyataan GTE (Genuine Temporary Entrant).

 

4. Mendapatkan visa belajar

Sebagai mahasiswa asing, pastinya kamu membutuhkan visa agar bisa bermukim di luar negeri, tidak terkecuali Australia. Walau sudah memenuhi keperluan pribadi dalam hal ekonomi dan akademik, tetapi semuanya akan sia-sia jika kamu tidak memiliki visa belajar.

Sumber : suneducationgroup.com

Sumber : suneducationgroup.com

 

Surat yang harus kamu siapkan agar bisa mendapatkan visa belajar yakni Acceptance Advice for Secondary Exchange Students (AASES) atau Confirmation of Enrolment (COE) asli. Dokumen tersebut meliputi informasi jurusan, jenjang pendidikan, durasi kuliah, estimasi waktu kelulusan, biaya kuliah, hingga kode CRICOS.

Informasi lebih lengkap dapat kamu akses pada laman Kedutaan Besar Australia. Setiap penerbitan visa akan dikenai biaya sekitar 550 AUD dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan setempat. Secara umum pembuatan visa memiliki prasyarat berupa dokumen finansial, kesehatan, dan akademik.

 

5. Memiliki skor IELTS minimal 6

Australia menjadikan Bahasa Inggris British sebagai alat komunikasi resminya. Karena itu, calon mahasiswa asing dipersyaratkan memiliki kemampuan bahasa mumpuni, di mana hal tersebut dapat dibuktikan melalui skor IELTS. Memang masih ada universitas yang menerima hasil tes TOEFL, tetapi jumlahnya sedikit.

Sumber : edu2review.id

Sumber : edu2review.id

 

Tidak sembarang IELTS, kamu pun harus mengambil tes untuk Academic Version. Dari skor total maksimal 9, kamu dituntut mencapai minimal 6. Hasil tes tersebut juga akan sangat membantu kamu jika tertarik mendaftar beasiswa tertentu. Untuk menghadapi hal penting sebelum kuliah di Australia pada poin ini, kamu bisa mengikuti kursus relevan.

 

6. Menyiapkan mental

Merantau jauh dari rumah akan menuntut banyak hal darimu, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, pola hidup, dan masih banyak lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menyiapkan mental sedini mungkin. Percuma jika kamu telah memenuhi seluruh berkas persyaratan kuliah di Australia dan bahkan diterima di salah satu kampusnya, tetapi ternyata belum siap pisah rumah.

Sumber : static.dw.com

Sumber : static.dw.com

Memang tidak akan mudah terutama bagi kamu yang selama 12 tahun sekolah belum pernah tinggal jauh dari orang tua. Masa-masa awal perkuliahan barangkali akan terasa jauh lebih berat dibandingkan kamu tetap di Indonesia. Namun, demi mewujudkan mimpi dan harapan, kamu sudah mengerahkan upaya terbaik. Untuk itu, sempurnakan persiapanmu dengan mental yang kokoh.

 

7. Membiasakan hidup mandiri

Sebelum benar-benar berangkat ke Australia, kamu bisa mulai membiasakan diri selagi berada di rumah. Belajar kemampuan bertahan hidup mendasar seperti memasak dan sebangsanya. Jika selama ini kamu selalu bergantung kepada orang tua, maka mulailah melakukan semuanya secara mandiri.

Sumber : lifepal.co.id

Sumber : lifepal.co.id

 

Dengan begitu, kamu tahu apa yang harus dilakukan dan mampu beradaptasi terhadap segala perbedaan. Salah satu cara uniknya, kamu bisa sering-sering meminta izin menginap di luar rumah selama masih di Indonesia, entah berkemah ke gunung atau aktivitas serupa simulasi bertahan hidup lainnya.

 

8. Mengincar beasiswa

Kondisi finansial akan sangat terbantu melalui program beasiswa. Australia termasuk negara yang cukup ramah dengan mahasiswa asing, di mana banyak menawarkan beasiswa baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Beberapa opsi yang tersedia yaitu Australian Awards dan Elizabeth O’Neill Award.

Sumber : opportunitiesforyoungkenyans.co.ke

Sumber : opportunitiesforyoungkenyans.co.ke

 

Itulah sejumlah hal penting sebelum kuliah di Australia yang wajib kamu ketahui. Persiapkan rencana pendidikanmu sebaik mungkin, mulai dari dokumen persyaratan, biaya, hingga aspek mental. Merantau tidak pernah menjadi hal mudah terutama bila lintas negara, tetapi kamu bisa melewatinya selama punya keinginan kuat. Berikan upaya terbaik dalam rangka mewujudkan mimpimu.

 

Sumber : IDP Indonesia

Related Posts